1. Pendidikan Tanpa Sistem
Indonesia adalah negara dengan pendidikan termasuk paling
menyedihkan. Dikatakan demikian karena faktanya dari dulu tidak ada sistem yang
baku. Selalu berubah-ubah seiring berubahnya kabinet yang ada di Indonesia. Anda
pasti ingat kalau dulu ada sistem Cawu yang satu tahun terdiri dari 3 Cawu. Sekarang
menggunakan semester. Belum lagi pergantian kurikulum yang tidak pasti, dari
KBK, KTSP, sampai entah kapan berhenti. Tapi nyatanya tidak ada perubahan,
semua hanya persoalan merubah, tapi tidak ada perubahan. Faktanya sekolah
bertaraf international di Indonesia tidak menggunakan kurikulum nasional,
justru menginduk pada IBS (International Baccalaureate System).
2. Kualitas Guru Terlalu Rendah
Sudah bukan rahasia kalau guru di Indonesia terlalu rendah
mutunya. Kualifikasi dalam bidang yang diampu tidak memenuhi standar. Bahkan sertifikasi
yang memang meningkatkan kesejahteraan guru justru membuat guru lebih sibuk
dengan sendirinya, dan bukan memikirkan bagaimana kualitas muridnya. Tuntutan
untuk mengejar sertifikasi juga membuat guru lebih sibuk memanipulasi data. Lebih
sibuk dengan persoalan-persoalan adiministratif dan memikirkan bagaimana
menambah jumlah murid di sekolah, rebutan jam pelajaran, dan bukan kualitas
sekolah.
3. Budaya Mencontek Tinggi
Kalau berbicara siswa yang mencontek, telinga kita sudah
biasa mendengar. Tapi persoalannya mencontek ini sudah menjadi budaya, akhirnya
guru juga mencontek, coba saja lihat tes-tes yang diikuti oleh guru-guru,
ujian-ujian yang diikuti oleh guru, mereka melakukan... ah sudahlah, terlalu
ironis. Makanya kalau ada anak mencontek guru tidak bisa berbuat apa-apa. Lawong
gurunya juga men... tit... tit... sensor, biar pada ngerasa.
4. Indonesia Bukan Negara Pendidikan
Indonesia adalah negara dengan kualitas pendidikan rendah. Jelas,
pasti, and absolutely. Soalnya memang pemerintah juga menganggap pendidikan
bukanlah sesuatu yang penting di negara ini. Padahal untuk bisa mengikuti
persaingan global, pendidikan adalah faktor utama. Makanya banyak orang pintar
di Indonesia lari ke luar negeri. Soalnya memang tidak dihargai. Beda dengan
orang kaya yang diberi tempat bahkan diberi banyak kedudukan. Jangan nangis ya
kalau jadi orang pintar. Tidak perlu pakai data untuk membuktikan ini. Berapa
banyak sekolah yang ambruk? Nah loh...
5. Tidak Perlu Belajar Menghadapi UN
Sebenarnya banyak faktor lain. Tapi kami lebih memasukkan
ini karena maraknya persoalan tentang relevansi Ujian Nasional. Tahukah anda
bahwa sekarang bila datang UN siswa-siswa tidak setakut kepala sekolah. Kepala
sekolah, sekarang, justru yang paling takut kalau anak-anaknya tidak lulus,
sehingga kualifikasi sekolah rendah, tahun berikutnya tidak akan banyak siswa
yang masuk, dan eng ing eng, dana bos yang didapat akan sedikit. Masuk akal
kan? Kalau banyak anak tidak lulus, kepala sekolah pasti akan dipojokkan. Padahal
siswanya yang goblok. Makanya jangan aneh ada UN banyak yang nyontek, pastinya
biar lulus. Akhir kata, pendidikan Indonesia tidak akan terus maju
saudara-saudara.
Sumber :
http://panduanmenarik.blogspot.com/2013/12/5-fakta-rendahnya-pendidikan-di.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar